Showing posts with label Sajak Hati. Show all posts


Ketika kita berharap untuk mampu mencapai tujuan yang mungkin itu bisa terjadi atau tidak mungkin itu terjadi, ini merupakan salah satu sikap yang semestinya kita hargai bukan sebaliknya kita acuhkan.

Pernah kita terbayang setiap keinginan atau ungkapan rasa yang belum kita ungkapkan menjadi penyesalaan karena tidak jujur akan sikap percaya diri kita, kata belajarlah yang cukup mewakili semua ilustrasinya.

Apakah itu salah? Jawabnya tidak karena yang tau masalah cuma kita, jadi yang harus kita jalani semestinya kita sendiri bukan orang lain, yaah mungkin orang lain sebagian dari perantaranya saja selebih nya balik ke kita lagi kayak bumerang."

Kita yang memilih dan kita yang menjalaninya otomatis kita harus lebih bijak serta dewasa menyikapinya  itulah yang seharusnya untuk melewati setiap permasalahan yang ada terutama karakter diri kita sendiri menitrospeksikan dalam diri demi perubahan yang lebih baik lagi.



So simple, enjoyed is problem gives a pray for all. Selesai bukan..

Enjoy Aja

Posted by : Aan black
Sunday, November 16, 2014
0 Comments

Ya Allah aku sadar setiap detik pasti tubuh ini kotor penuh dosa, khilaf, ku juga tak ingin menjadi hamba yang rugi.  Terkadang ku tak sadar melakukannya hingga diri ini seperti masa bodo’ cuek bahkan orang disekelilingku mungkin geram dengan karakterku ya Rob.

Ya Allah ampunilah dosa hamba ya Allah aku paham aku telah banyak merepoti kedua orang istimewah yang sangat sayang dan perhatian sama hamba, ya Allah berikanlah kesehatan pada hamba, kedua orang tua serta keluarga hamba ya Allah."

Ya Allah aku meminta kepada mu agar kedua orang tua ku bisa tersenyum melihat hamba bisa membanggakan mereka ya Allah.

Berikanlah teman-teman disekelilingku yang sayang pada hamba ya Allah. Serta berilah jodoh terbaik untuk ku ya Allah." Jagalah ia ya Allah hingga kami dipertemukan.

Dan permudahkanlah hamba mencari rejeki pekerjaan untuk menafkai keluargaku ya Allah.

Dan panggillah hamba ke rumahmu Baitullah, hamba pengen banget ya Allah suatu saat bisa pergi haji bersama calon istriku nantinya. Insyallah..

Hamba ingin belajar ya Allah.

Terkadang ceria tertawa bercandaan ku ini semata-mata ingin menyenangkan teman ataupun disekeliling ku. Bukan untuk menjelekkan diri hamba ya Allah, hamba ingin belajar untuk sabar ya Rob.

Laillahhaillallah muhammadarasullullah.

Allahummasholiallah sayidina muhammad waallah sayidina muhammad."



Inallahawamalla  ikatahuyusholluallanabi."

Aku Ingin Belajar

Posted by : Aan black 0 Comments

Mas mbak adek kalo semua uda nikah terus berkeluarga yang perhatian mama papa siapa?
Terus kapan bisa ngobrol bareng bercanda an bareng papa mama lagi?

Terus kapan bisa kumpul bareng kayak dulu lagi becanda bareng keluarga besar?

Kalo semua sudah pada berkeluarga kapan ada waktu buat kumpul bareng sama mama papa lagi bareng bareng kayak dulu lagi?

Inget ga pas bareng-bareng buka puasa  berebut makanan tahu tempe seadanya diatas tiker lesehan, kesederhanaan kapan itu bisa terulang lagi ya Allah?

Itu lah namanya kehidupan tapi jangan sekali-kali lupa in jasa papa mama kebaikan? Selalu inget nasihat wejangan nya." Setidaknya perhatian buat mereka walau sebatas ngobrol.

Ngomel-ngomel nya itu tanda sayang mereka, terkadang kita pernah sendirian pergi duduk makan sendiri disuatu tempat terlintas dibenak pertama sekali yaitu orang tua dan keluarga, bertanya ? mereka sudah makan belum. yah?”

Mungkin kita juga akan merasa seperti itu saat kita tua nanti. Jadi manfaatin waktu mu Aan..  Perhatian buat mereka walau sebatas ngobrol bareng.

Mungkin kita juga akan merasa seperti itu saat kita tua nanti. Jadi manfaatin waktu mu Aan.


"Sajak bukan berarti kiasan tapi mempunyai makna dalam setiap bait."


Kangen keluarga besar..

Papa Mama

Posted by : Aan black 0 Comments

Ada waktunya kita kumpul bersama keluarga tercinta,
Ada waktunya kita kumpul bercanda bersama teman, sahabat tercinta,
Ada waktunya kita bermain-main, dan
Ada waktunya kita serius,
Ada waktunya kita tertawa,
Ada waktunya kita marah, dan
Ada waktunya kita bersedih, 
Ada waktunya kita menjadi kaya, 
Ada waktunya kita menjadi sederhana,
Ada waktunya kita jujur, bahkan
Ada waktunya kita berbohong,
Ada waktunya kita tulus,
Ada waktunya kita belajar untuk masa depan,
Ada waktunya kita lulus, bahkan
Ada waktunya kita nangis curhat sama Allah,
Ada waktunya kita harus mengenal wanita yang kita suka walaupun itu cuma melihat saja, dan
Ada waktunya kita ingin dimasakin makanan yang enak dari seorang wanita, bahkan
Ada waktunya kita malu akan kesalahan kita terhadap teman, sahabat, guru, dosen,keluarga bahkan orang tua,  
Ada waktunya kita mengenal cinta sejati, dan
Ada waktunya kita melihat cermin, bahkan
Ada waktunya kita berfikir siapa sih saya ini atau (kalian) ini?

“Semua itu ada waktunya bahkan kita tidur dan bangun lagi pun ada waktunya.”

Sama seperti halnya seorang yang ingin minta dibelikan sebuah motor  kepada orang tuanya, apa kata orang tuanya?" Nanti ya nak ada waktunya kamu boleh mengendarai motor." 

Mungkin salah statement orang barat yang notabane-nya menggunakan logika dan akal sehat yang mengatakan bahwa "Waktu adalah uang" apakah hanya sekedar uang? 
bahkan bisa menjerumuskan kita ke dunia yang salah. 

Saya lebih setuju mengubah statemant berikut yaitu "Waktu adalah belajar" Kapan pun itu dimana pun itu bahkan situasi apa pun itu? 
Kita jangan sampai berhenti belajar walaupun sesulit apapun ombak yang menghalangi kita untuk berenang ke samudera yang indah,
percayalah Insya' Allah there is a will there is a way. 


"Nugroho Febriyanto Alias Aan"




TTD

Demi Masa

Posted by : Aan black
Tuesday, April 1, 2014
0 Comments
 ADA SEORANG pemuda Arab yang tampan, shalih dan sangat cerdas. Dia ingin menikah dengan seorang gadis shalihah dan cerdas seperti dirinya. Maka, mulaikah dia mengembara dari satu kabilah ke kabilah lain, untuk mencari gadis impiannya. Suatu ketika, dia berjalan menuju kabilah di Yaman. Ditengah perjalanan, dia berjumpa dengan seorang lelaki. Akhirnya, dia berjalan bersama lelaki itu. Spontan lelaki itu menjawab, “ Hai bodoh, kau ini bagaimana? Aku menunggu kuda dan kau juga menunggu kuda. Bagaimana kita bisa saling membawa? “ Pemuda itu diam saja mendengar jawaban lelaki itu. Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Lalu mereka melewati sebuah kampung. Kampung itu yang dikelilingi olhe kebun yang sudah tiba masa panennya.

Pemuda itu bertanya, “Menurutmu, buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya, atau belum, ya?” Seketika, lelaki itu menjawab, “ Pertanyaan itu aneh sekal! Kamu sendiri melihat dengan mata dan kepalamu, buah-buahan itu masih ada dipohonnya dan belum dipanen, kok kamu bertanya, apakah buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya atau belum?” Pemuda itu hanya diam dan tidak menjawab perkataan lelaki itu. Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Baru sebentar berjalanan, mereka bertemu dengan orang-orang yang sedang mengiringi jenazah. Pemuda itu berkata, “Menurutmu yang diiringi dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati, ya?” Lelaki itu menjawab, “Aku semakin paham dengnmu. Aku tidak pernah menemukan pemuda yang lebih bodoh darimu. Ya, jelas! Jenazah itu akan dibawa untuk dikubur. Tentu di sudah mati.” Pemuda itu kembali diam dan tidak menjawab sepatah kata pun atas komentar lelaki itu. Akhirnya, keduanya sampai dirumah lelaki itu. Dia mengajak pemuda itu menginap  di rumahnya. Dia merasa kasihan, sebab pemuda itu terlihat sangat letih.

Lelaki itu memiliki seorang anak gadis yang sangat canti. Begitu tahu seorang tamu menginap, anak gadisnya itu bertanya, “Ayah, siapa dia?” “Dia itu pemuda paling bodoh yang pernah aku temukan, “jawab ayahnya. Anak gadisnya itu malah penasaran. Dia mengejar dengan pertanyaan berikutnya, “Bodoh bagaimana?” Ayah langsung menceritakan awal pertemuannya dengan pemuda itu dan segala perkataan serta pertanyaannya.

Mendengar cerita ayahnya, anak gadis itu berkata, “Ayah ini bagaimana? Dia itu tidak bodah. Justru dia sangat cerdas dan pandai. Kata-katanya mengandung makna tersirat. Ketika dia mengatakan, ‘Apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?’, sebenarnya maksudnya adalah, ‘Apakah kita bisa saling berbincang-bincang sehingga bisa membawa kita pada suasana yang lebih akrab?’ Ketika dia mengatakan, ‘Buah-buah itu sudah dimakan oleh pemiliknya atau belum?’ Ia memaksudkan, ‘Apakah pemiliknya sudah menjualnya, pemiliknya tentu menerima uangnya dan membelanjakannya untuk makan dia dan keluarganya. Kemudian, ketika dia bertanya, ‘Apakah jenazah di dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati?’ Maksudnya, ‘Apakah jenazah itu memiliki anak yang bisa melanjutkan perjuangannya atau tidak?’


Setelah mendengar apa yang dikatakan putrinya, lalaki itu keluar menemui pemuda itu. Dia meminta maaf atas perkataannya yang membodoh-bodohkan pemuda itu. Keduanya lalu berbincang-bincang.  Lelaki itu berkata, “Sekarang aku baru tahu apa maksud pertanyaan-pertanyaanmu dalam perjalanan tadi.” Lalu, dia menjelaskan seperti yang dikatakan putrinya. Mendengar itu, sang pemuda itu bertanya, “Saya yakin itu bukan lahir dari pikiranmu sendiri dan bukan perkataanmu, demi Allah katakanlah padku siapa yang mengatakannya?” 

Yang mengatakankan hal itu adalah putriku,” jawab lelaki itu. Spontan pemuda itu berkata, “Apakah kau mau menikahkan aku dengan putrimu?” “Ya.” Begitulah, setelah melaluo pengembaraan panjang, akhirnya oemuda itu menemukan pendamping hidup yang dia impikan.   (Habiburrahman El Shirazy, 2005. Hal.7 ”Ketika Cinta Berbuah Surga”)

“Tak semua perkataan itu bisa langsung diartikan dari perkataan dan maksud perkataan itu, boleh jadi mempunyai arti yang tersirat bahkan tak terlihat tetapi mempunyai makna.



Gadis Cerdas, Gadis Impian.

Posted by : Aan black
Saturday, March 29, 2014
0 Comments
Diibaratkan, Aku lebih ingin dikenal sebagai serigala yang buas, dibalik buas itu mungkin ada secuil 
ketulusan mengasihani mangsa sesamanya. Dari pada menjadi seekor kucing yang berada 
di dalam karung yang tak tau bagaimana beradaptasi di sekitar, mungkin bahkan mencuri 
hak dari pemiliknya tak izin terlebih dahulu. 
Terkadang aku tak pernah dibohongi oleh nalariku sendiri tentang sosok kaum hawa yang putih 
bersih diabaratkan kapas yang terbungkus rapih. Saat inilah terlintas dibenakku keadilan dan 
kesempurnaan yang diciptakanNya. Dan saat itu juga aku pernah bermimpi untuk lebih 
kenal tak sekedar tatapan matanya, jangankan untuk berbicara yang tulus sedikitpun
menegurnya pun demikian. 
Aku mungkin malu dan aku sadar aku ini siapa? Tetapi aku sekarang paham, tak banyak yang 
mungkin dibenak serta dipikiranku dipengaruhi dengan hal demikian. 
Mungkin diluar sana tidak semuanya demikian itu tergantung kembali kepada diri kita
sendiri bagaimana menykapinya.

Cover

Posted by : Aan black
Sunday, February 9, 2014
0 Comments
































Menjalani hidup terkadang tak sesuai keinginan, setiap usaha yang dijalani dan doa yang ikhlas hanya meminta ridho serta berkah -Mu sang pemilik jagat raya ini.

Aku paham setiap langkah serta niat tak pernahkan sempurna tanpa lindungan -Mu, melihat dicermin aku lah bukan siapa-siapa aku hanya hamba yang setiap detik waktu hari serta masa melakukan dosa yang tak aku inginkan.

Bisikan iblis serta sahabatnya setan yang menghantui ditelinga setiap hamba. Iblis pernah sombong kepada-Mu yang diperintahkan kepada-Mu untuk sujud ke pada Adam, tapi keangkuhan serta kesombongan iblis mendapatkan murka-Mu yang ditempatkan ke dalam jahanam.

Ada satu permintaan iblis kepada-Mu, aku kata iblis " Akan menggoda Dan menggoyahkan nafsu serta iman seorang hamba sampai akhir masa dunia ini "kemudian sang pemilik dunia mengabulkan dengan memfirmankan didalam Al-Quran.

Setiap karakter individu mempunyai kepribadian yang berbeda itulah keunikan serta keadilan ciptaan-Mu.


Terkadang seseorang melihat dari Kepintaran serta kebodohan yang dimiliki, bukan niat usaha yang tulus. Keegoisan itu timbul sebenarnya bukan dari hati kita tapi dari otak kita, setiap segumpal darah yang dipengaruhi oleh setan.

Lurus Membelok

Posted by : Aan black
Tuesday, August 27, 2013
0 Comments

Keluhan syukur tanda penompang kejujuran.
Uban menggersangkan rasa ketakutan, 
keistimewaan melantunkan sayap-sayap kedamaian. 

Rasionalitas gila akan kesibukan dunia.
Mewah diperbudak nafsu kemunafikan hasyrat,
kelopak mata pedas akan tetesan butiran saraf. 

Kepameran memulihkan bisikan arus darah kotor.  
Pemahaman karakter metabolisme tubuh.
Pertanyaan dibenak sang kalbu? 

Kebahagiaan akan kedewasaan perlu dalam melontarkan Ilmu berupa lisan, verbal, serta sleptik.



Pertanyaan dibenak sang kalbu?

Posted by : Aan black 0 Comments

Maaf

Posted by : Aan black 0 Comments

Motivamor Ndeso

Posted by : Aan black
Wednesday, April 3, 2013
0 Comments

Bukan Panggung Sandiwara

Posted by : Aan black
Tuesday, March 19, 2013
0 Comments


Menerjang jalan saat ombak lautan kian pasang bermuara dalam mimpi hanya dipikran se nominal uang rece mengagumi kaum hawa nan cantik berlabu di setiap jejak yang tertetes keringat sedikit terkuras dengan kian optimis. Berlaju semangat dengan teman menarungi jalan terjal aspal panas, goresan tinta hitam menjadi saksi dengan niat satu dalam mencari kunci kebahagiaan.

Dengan penuh suka cita dan gembira menerobos gersangnya hutan di perbatasan desa menjadikan nilai pengalaman berharga dengan mengendari roda dua bersama kerabat seirama musik dan nada sahdu.

Dengan iritnya nominal menjadi pembelajaran untuk menaklukan kerasnya kehidupan diluar sana, yah inilah pengalaman guru terbesar tak pernah dilewati dan kapanpun menjadi momok menakutkan ketika predator kantong pun tak bersahabat.

Disaat itulah ketika kritis mulai menerkam kreatif saat memilah milih nominal yang dikeluarkan sama dengan yang dibelanjakan, saat itulah sebuah kertas yang sangat bernilai berharga saat ini.

Ditengah sahutan badai perjalanan mengalami bocornya angin roda dua di sebuah gersangnya sawah di pertengahan desa melihat-lihat disekitar mencari-cari tempat berniam memperbaiki kerusakan yang dialami bocornya roda kehidupan hingga sampai ditujuan dengan damai dan aman.

Disekitaran jalan terlintas rel-rel yang sangat panjang meneropong gerbong setiap besi jalur menjadikan tontonan seru dan pengalaman sangat indah serta di awan-awan terlintas angin nan biru dengan hembusan samar-samar dari kejauhan gunung semuanya itu adalah sang pencipta menjadi merinding dibuatnya dengan begitu indahnya panorama di sekitar muara.

Awal yang baru dan perdana yang cukup melelahkan menjadikan sendi-sendi terasi lelah dengan terbalasnya istirahat di istanah yang cukup asri dan dingin dengan sedikit relaksasi dengan pijatan cukup enteng membuat pergelangan sendi menjadi netral kembali, dari cuaca yang cukup ekstrim membuat lengketnya keringat di dahi serta kerah baju cukup kusam terbalaskan serta disajikan buah segar yang kucicipi sedikit dari luar yang berduri.

Menjadikan suatu Pengalaman serta guru yang berharga, belajar dari kerasnya terjal dan kerikil diluar sana memelihara diri agar lebih baik lagi dari sebelumnya tanpa patah arah.”

Bermuara Enimasi Jagat Raya

Posted by : Aan black
Friday, December 28, 2012
0 Comments


Gejolak seluruh mimik tampang melontarkan sejenak hiasan pesan yang tak tesirat bahkan tak tergores sebutirpun. Setiap kaum adam dan hawa pasti tak pernah sedikitpun menghargai sebutir keringat yang hangat menetes ke dahi. Gambar dan noda yang tergores dimukanya yang sedikit menghitam membekas kecewa saat tak pernah ikhlas menoreh dan syukur dari-Nya.

Kubus terkukus kian tak lagi terlihat di mimiknya karena mereka diluar sana menilai bukan karena isi kubusnya tetapi luar dan kemolekan kubus tersebut. Kapan lagi kita untuk teriak bahwa Ia melihat setiap lidah yang membasahi bibir dan meresap ke pikiran diterima oleh hati kecil, pernahkah kita sedikit bertanya apakah yang kita lakukan ini akan mengecewakan yang punya dunia ini? Sesekali aku tertegun sedikit pedas diseputaran kelopak mataku tak sanggup menahannya, apakah aku mungkin bisa dan belajar untuk menggenggam tangan hawa yang nanhalus  bersih bak kapas bahkan sutra. Subahanallah!

Itu semua anugerah yang diberikan, aku hanya bisa mengangan-angankan datangnya doa yang dari tulang rusuk yang telah ada rute dan jalur-Nya. Kita hanya bisa tersenyum, bersyukur, ikhlas dari pahitnya obat yang sangat mempahitkan bukan hanya lidah bahkan jarum sekecil pasir dihati.

Pernah aku bertanya dimemori otakku, apakah perekam suara hati yang dapan didengarkan kepada-Nya itu bertanda kemuliaan? Tak usa lagi meneropong sejauh patahmorgana, sejauh lembah kebencian, bahkan ternodakan karna kata dari lidah yang tak berdosa. Kini kian dewasa jamur yang dulu layu kian mengharum sesegar bunga kasturi, yang selalu semangat menatap terjangan ombak dan mengikuti arusnya air didepan sana. Mungkinkah aku bisa berlari dan menggapainya? ....


Kubus terkukus

Posted by : Aan black
Saturday, September 29, 2012
0 Comments

 
Kata serapah atau kata syair bahkan puisi sekali pun belajar untuk mengetik setiap kata demi kata hingga terlihat sedikit hitam di jemariku. Aku tak tau ingin menjadi seekor semut atau seekor lebah yang sangat bijaksana dalam setiap kehidupan yang ia tanam setiap sapa senyum semua objek yang ada dan manfaat yang besar. Tak nyambung memang tak nyambung, untuk ku semua hasil kesetiaan itu sedikit bahkan sangat sulit untuk dijalankan dalam fenomena alam kehidupan.
Ya inilah panggung canda, panggung hiburan dan panggung kegembiraan yang saya istilahkan. Teori Darwin sangat popular manusia diciptakan seperti menyerupai monyet, tapi dipikir-pikir benar dalam setiap kepribadian seseorang melintas dan terkadang tingkah bahkan omong chat-chit menyerupai. Tapi jangan berpikir bodoh dalam setiap saat aku melintasi lorong yang gelap aku suka pisang dan makanan ku buah-buahan tapi aku selalu bisa menghargai setiap garuk-garukan setiap kutu bertebar di dahiku.  Setiap ujung dan setiap jalan terik hingga aspal menyembur pantulan hawa panas aku selalu bersama sesosok kumuh bahkan orang menyebutnya objek sampah. Yang selalu aku gunakan ketika aku menuntut ilmu dan menyongsong jalan setapa. Aku bahkan pernah bersahabat dengan Busi dan Oli ia pernah curhat pada ku sabar ya aku selalu kotor disetiap lobang kecil didalam sebuah mesin dan aku selalu hitam legam dalam menyemburkan disetiap mesin ini. Tapi aku tak pernah mengeluh jika aku sakit dan aku selalu belajar setia denganmu walau setiap menjalani himpunan ilmu yang kau kejar selalu disetiap jalan mogok hingga kau dorong aku sampai kau elus-elus aku seperti hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW yaitu kucing yang lucu. Setiap orang tua member jajan ke saku kantong yang sedikit kusam, pernah untuk menabung memanjakanmu dengan cat yang lucu agar lebih menarik dan semangat dalam setiap aku mendudukimu. Kekangenanku timbul saat mendengar suara cempreng yang ada dikamu aku menjadi mati gaya dan menjadi percaya diri bahkan disetiap jalan melintas mewah-mewah aku sebenarnya ingin mempunyainya, tapi aku lebih memilihmu disetiap Busi dan Oli yang kau buat yang special asal Negeri Italy. Kekonyolan dan menjadi butir bahan tertawa aku sudah biasa tapi aku selalu senang dan bahagia setiap bersama teman dan sahabat bahkan mengajakmu keliling dikota-kota.

Kata-kata aneh dan kata-kata menyentil emang gue suka”









Busi dan Oli

Posted by : Aan black
Tuesday, May 15, 2012
0 Comments

Menengok Kerak baju sedikit kusam merajalela
Mengais bangku untuk songsong masa depan
Goresan tangan dari musim ke musim
Menjalin kasih lirih dan duka terbungkus rapih
Tonggak optimis mencangkul hati dari insthink

Kewajiban dan tanggung jawab menggali hingga fajar
Pernah terlintas tembaga fisik ini akan keistimewaan
Terbungkam kata dalam hati untuk maju
Perhatianku  kearah saku yang sedikit menipis
mengisi kekosongan usus untuk menerima ilmu

di benakku tak apa ku cicipi sakit terpeleset dulu
tapi hanya massa yang bisa menjawab untuk usahaku
memanjakan curhatanku kepada-Nya di sajadah kusamku
tak sedikit kegalauan hati yang ku berikan kepada-Nya
sesekali kelopak mataku lebab hingga tertetes jatuh

Hanya kepada Rab aku meminta dan berusaha menjaga lisanku ini
lidah ini mungkin sering menyayat sakit hati jamur diluar sana
hingga aku meminta ampun kepada-Nya, ku hanya umat Adam yang lemah.


Belajar untuk menjalin lebih baik untuk masa depanku
Yakin dan insyaallah akan memanen hasil ladangku selama ini.

Sebutir Keringat

Posted by : Aan black
Monday, February 13, 2012
0 Comments
curhatan hati :
time : 6  februari 2012 / 11.30 PM



Fajar menyongsong symbol kunci tergenggam.
Menggulung sutra yang kusut dilengan;
Tak mengeluh dimimik wajah terkena wudhu itu..
Menyiapkan Sesuap nasi untuk aku, yang pulas dengan selimutku.

Ucap aku terbatah-batah  bertanya oleh pemilik nuansa.
Kapan aku membalas semua keikhlasan umi.
Pernah aku tetesakan air dikelopakku di sajadah kusamku ini.

Segar,  bugar hingga rambut kian memutih ,
tak tersirat kesah sulit diwajahnya yang semakin teguh,
“tanyaku dengan malu dimimikku.

Omelannya  menjadi motivasi menerpa jaringan zaman
Doa yang terhembus di rahang yang gemetar untukku
“Jawabku dengan malu dimimik.

Hay Allah SWT andai sosok ku ini bisa ku balas untuk kokohnya
tiang di Umi ku,

hembusan napasku pun tak apa,  ku korban membalas kokohnya
tiang di Umi ku..

Walau tak cukup sepatah omong kosong di mulut yang basah kokohnya
tiang di Umiku,

cita Rasa cinta semangat  tembaga hanya pulihkan kokohnya
tiang di Umiku..

Umi is everything

Posted by : Aan black
Sunday, February 5, 2012
0 Comments

- Copyright © Hitam Manis - PANGGIL SAYA - AAN -