Showing posts with label Sajak Hati. Show all posts
Ketika kita
berharap untuk mampu mencapai tujuan yang mungkin itu bisa terjadi atau tidak
mungkin itu terjadi, ini merupakan salah satu sikap yang semestinya kita hargai
bukan sebaliknya kita acuhkan.
Pernah kita
terbayang setiap keinginan atau ungkapan rasa yang belum kita ungkapkan menjadi
penyesalaan karena tidak jujur akan sikap percaya diri kita, kata belajarlah
yang cukup mewakili semua ilustrasinya.
Apakah itu
salah? Jawabnya tidak karena yang tau masalah cuma kita, jadi yang harus kita
jalani semestinya kita sendiri bukan orang lain, yaah mungkin orang lain
sebagian dari perantaranya saja selebih nya balik ke kita lagi kayak
bumerang."
Kita yang
memilih dan kita yang menjalaninya otomatis kita harus lebih bijak serta dewasa
menyikapinya itulah yang seharusnya
untuk melewati setiap permasalahan yang ada terutama karakter diri kita sendiri
menitrospeksikan dalam diri demi perubahan yang lebih baik lagi.
So simple,
enjoyed is problem gives a pray for all. Selesai bukan..
Enjoy Aja

Ya Allah aku
sadar setiap detik pasti tubuh ini kotor penuh dosa, khilaf, ku juga tak ingin
menjadi hamba yang rugi. Terkadang ku
tak sadar melakukannya hingga diri ini seperti masa bodo’ cuek bahkan orang
disekelilingku mungkin geram dengan karakterku ya Rob.
Ya Allah
ampunilah dosa hamba ya Allah aku paham aku telah banyak merepoti kedua orang
istimewah yang sangat sayang dan perhatian sama hamba, ya Allah berikanlah
kesehatan pada hamba, kedua orang tua serta keluarga hamba ya Allah."
Ya Allah aku
meminta kepada mu agar kedua orang tua ku bisa tersenyum melihat hamba bisa
membanggakan mereka ya Allah.
Berikanlah
teman-teman disekelilingku yang sayang pada hamba ya Allah. Serta berilah jodoh
terbaik untuk ku ya Allah." Jagalah ia ya Allah hingga kami dipertemukan.
Dan
permudahkanlah hamba mencari rejeki pekerjaan untuk menafkai keluargaku ya
Allah.
Dan panggillah
hamba ke rumahmu Baitullah, hamba pengen banget ya Allah suatu saat bisa pergi
haji bersama calon istriku nantinya. Insyallah..
Hamba ingin
belajar ya Allah.
Terkadang
ceria tertawa bercandaan ku ini semata-mata ingin menyenangkan teman ataupun
disekeliling ku. Bukan untuk menjelekkan diri hamba ya Allah, hamba ingin
belajar untuk sabar ya Rob.
Laillahhaillallah
muhammadarasullullah.
Allahummasholiallah
sayidina muhammad waallah sayidina muhammad."
Inallahawamalla ikatahuyusholluallanabi."
Aku Ingin Belajar
Mas mbak adek kalo semua uda nikah terus berkeluarga
yang perhatian mama papa siapa?
Terus kapan bisa ngobrol bareng bercanda an bareng papa
mama lagi?
Terus kapan bisa kumpul bareng kayak dulu lagi becanda
bareng keluarga besar?
Kalo semua sudah pada berkeluarga kapan ada waktu buat
kumpul bareng sama mama papa lagi bareng bareng kayak dulu lagi?
Inget ga pas bareng-bareng buka puasa berebut makanan tahu tempe seadanya diatas
tiker lesehan, kesederhanaan kapan itu bisa terulang lagi ya Allah?
Itu lah namanya kehidupan tapi jangan sekali-kali lupa
in jasa papa mama kebaikan? Selalu inget nasihat wejangan nya." Setidaknya
perhatian buat mereka walau sebatas ngobrol.
Ngomel-ngomel nya itu tanda sayang mereka, terkadang
kita pernah sendirian pergi duduk makan sendiri disuatu tempat terlintas
dibenak pertama sekali yaitu orang tua dan keluarga, bertanya ? mereka sudah
makan belum. yah?”
Mungkin kita juga akan merasa seperti itu saat kita tua
nanti. Jadi manfaatin waktu mu Aan.. Perhatian
buat mereka walau sebatas ngobrol bareng.
Mungkin kita juga akan merasa seperti itu saat kita tua
nanti. Jadi manfaatin waktu mu Aan.
"Sajak bukan berarti kiasan tapi mempunyai makna
dalam setiap bait."
Kangen keluarga besar..
Papa Mama
Ada
waktunya kita kumpul bercanda bersama teman, sahabat tercinta,
Ada
waktunya kita bermain-main, dan
Ada
waktunya kita serius,
Ada
waktunya kita tertawa,
Ada
waktunya kita marah, dan
Ada
waktunya kita bersedih,
Ada
waktunya kita menjadi kaya,
Ada
waktunya kita menjadi sederhana,
Ada
waktunya kita jujur, bahkan
Ada
waktunya kita berbohong,
Ada
waktunya kita tulus,
Ada
waktunya kita belajar untuk masa depan,
Ada
waktunya kita lulus, bahkan
Ada waktunya
kita nangis curhat sama Allah,
Ada
waktunya kita harus mengenal wanita yang kita suka walaupun itu cuma melihat
saja, dan
Ada waktunya kita ingin dimasakin makanan yang enak dari seorang wanita, bahkan
Ada
waktunya kita malu akan kesalahan kita terhadap teman, sahabat, guru,
dosen,keluarga bahkan orang tua,
Ada
waktunya kita mengenal cinta sejati, dan
Ada
waktunya kita melihat cermin, bahkan
Ada
waktunya kita berfikir siapa sih saya ini atau (kalian) ini?
“Semua
itu ada waktunya bahkan kita tidur dan bangun lagi pun ada waktunya.”
Sama seperti halnya seorang yang ingin minta dibelikan sebuah motor kepada orang tuanya, apa kata orang tuanya?" Nanti ya nak ada waktunya kamu boleh mengendarai motor."
Mungkin salah statement orang barat yang notabane-nya menggunakan logika dan akal sehat yang mengatakan bahwa "Waktu adalah uang" apakah hanya sekedar uang?
bahkan bisa menjerumuskan kita ke dunia yang salah.
bahkan bisa menjerumuskan kita ke dunia yang salah.
Kita jangan sampai berhenti belajar walaupun sesulit apapun ombak yang menghalangi kita untuk berenang ke samudera yang indah,
percayalah Insya' Allah there is a will there is a way.
"Nugroho Febriyanto Alias Aan"
TTD
Demi Masa
ADA SEORANG
pemuda Arab yang tampan, shalih dan sangat cerdas. Dia ingin menikah dengan
seorang gadis shalihah dan cerdas seperti dirinya. Maka, mulaikah dia
mengembara dari satu kabilah ke kabilah lain, untuk mencari gadis impiannya. Suatu
ketika, dia berjalan menuju kabilah di Yaman. Ditengah perjalanan, dia berjumpa
dengan seorang lelaki. Akhirnya, dia berjalan bersama lelaki itu. Spontan
lelaki itu menjawab, “ Hai bodoh, kau ini bagaimana? Aku menunggu kuda dan kau
juga menunggu kuda. Bagaimana kita bisa saling membawa? “ Pemuda itu diam saja
mendengar jawaban lelaki itu. Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Lalu
mereka melewati sebuah kampung. Kampung itu yang dikelilingi olhe kebun yang
sudah tiba masa panennya.
Pemuda
itu bertanya, “Menurutmu, buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya, atau
belum, ya?” Seketika, lelaki itu menjawab, “ Pertanyaan itu aneh sekal! Kamu
sendiri melihat dengan mata dan kepalamu, buah-buahan itu masih ada dipohonnya
dan belum dipanen, kok kamu bertanya,
apakah buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya atau belum?” Pemuda
itu hanya diam dan tidak menjawab perkataan lelaki itu. Kemudian, keduanya
melanjutkan perjalanan. Baru sebentar berjalanan, mereka bertemu dengan
orang-orang yang sedang mengiringi jenazah. Pemuda itu berkata, “Menurutmu yang
diiringi dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati, ya?” Lelaki
itu menjawab, “Aku semakin paham dengnmu. Aku tidak pernah menemukan pemuda
yang lebih bodoh darimu. Ya, jelas! Jenazah itu akan dibawa untuk dikubur. Tentu
di sudah mati.” Pemuda itu kembali diam dan tidak menjawab sepatah kata pun
atas komentar lelaki itu. Akhirnya, keduanya sampai dirumah lelaki itu. Dia
mengajak pemuda itu menginap di
rumahnya. Dia merasa kasihan, sebab pemuda itu terlihat sangat letih.
Lelaki itu memiliki seorang anak gadis yang sangat canti. Begitu tahu seorang tamu
menginap, anak gadisnya itu bertanya, “Ayah, siapa dia?” “Dia itu pemuda paling
bodoh yang pernah aku temukan, “jawab ayahnya. Anak gadisnya itu malah
penasaran. Dia mengejar dengan pertanyaan berikutnya, “Bodoh bagaimana?” Ayah
langsung menceritakan awal pertemuannya dengan pemuda itu dan segala perkataan
serta pertanyaannya.
Mendengar
cerita ayahnya, anak gadis itu berkata, “Ayah ini bagaimana? Dia itu tidak
bodah. Justru dia sangat cerdas dan pandai. Kata-katanya mengandung makna
tersirat. Ketika dia mengatakan, ‘Apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?’,
sebenarnya maksudnya adalah, ‘Apakah kita bisa saling berbincang-bincang
sehingga bisa membawa kita pada suasana yang lebih akrab?’ Ketika dia
mengatakan, ‘Buah-buah itu sudah dimakan oleh pemiliknya atau belum?’ Ia
memaksudkan, ‘Apakah pemiliknya sudah menjualnya, pemiliknya tentu menerima
uangnya dan membelanjakannya untuk makan dia dan keluarganya. Kemudian, ketika
dia bertanya, ‘Apakah jenazah di dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati?’
Maksudnya, ‘Apakah jenazah itu memiliki anak yang bisa melanjutkan
perjuangannya atau tidak?’
Setelah mendengar apa yang dikatakan putrinya, lalaki itu keluar menemui pemuda itu. Dia meminta maaf atas perkataannya yang membodoh-bodohkan pemuda itu. Keduanya lalu berbincang-bincang. Lelaki itu berkata, “Sekarang aku baru tahu apa maksud pertanyaan-pertanyaanmu dalam perjalanan tadi.” Lalu, dia menjelaskan seperti yang dikatakan putrinya. Mendengar itu, sang pemuda itu bertanya, “Saya yakin itu bukan lahir dari pikiranmu sendiri dan bukan perkataanmu, demi Allah katakanlah padku siapa yang mengatakannya?”
Yang
mengatakankan hal itu adalah putriku,” jawab lelaki itu. Spontan pemuda itu
berkata, “Apakah kau mau menikahkan aku dengan putrimu?” “Ya.” Begitulah, setelah melaluo
pengembaraan panjang, akhirnya oemuda itu menemukan pendamping hidup yang dia
impikan. (Habiburrahman
El Shirazy, 2005. Hal.7 ”Ketika Cinta Berbuah Surga”)
“Tak semua perkataan itu bisa
langsung diartikan dari perkataan dan maksud perkataan itu, boleh jadi
mempunyai arti yang tersirat bahkan tak terlihat tetapi mempunyai makna. “
Gadis Cerdas, Gadis Impian.
Diibaratkan, Aku lebih ingin dikenal sebagai serigala yang buas, dibalik buas itu mungkin ada secuil
ketulusan mengasihani mangsa sesamanya. Dari pada menjadi seekor kucing yang berada
di dalam karung yang tak tau bagaimana beradaptasi di sekitar, mungkin bahkan mencuri
hak dari pemiliknya tak izin terlebih dahulu.
Terkadang aku tak pernah dibohongi oleh nalariku sendiri tentang sosok kaum hawa yang putih
bersih diabaratkan kapas yang terbungkus rapih. Saat inilah terlintas dibenakku keadilan dan
kesempurnaan yang diciptakanNya. Dan saat itu juga aku pernah bermimpi untuk lebih
kenal tak sekedar tatapan matanya, jangankan untuk berbicara yang tulus sedikitpun
menegurnya pun demikian.
Aku mungkin malu dan aku sadar aku ini siapa? Tetapi aku sekarang paham, tak banyak yang
mungkin dibenak serta dipikiranku dipengaruhi dengan hal demikian.
Mungkin diluar sana tidak semuanya demikian itu tergantung kembali kepada diri kita
sendiri bagaimana menykapinya.
ketulusan mengasihani mangsa sesamanya. Dari pada menjadi seekor kucing yang berada
di dalam karung yang tak tau bagaimana beradaptasi di sekitar, mungkin bahkan mencuri
hak dari pemiliknya tak izin terlebih dahulu.
Terkadang aku tak pernah dibohongi oleh nalariku sendiri tentang sosok kaum hawa yang putih
bersih diabaratkan kapas yang terbungkus rapih. Saat inilah terlintas dibenakku keadilan dan
kesempurnaan yang diciptakanNya. Dan saat itu juga aku pernah bermimpi untuk lebih
kenal tak sekedar tatapan matanya, jangankan untuk berbicara yang tulus sedikitpun
menegurnya pun demikian.
Aku mungkin malu dan aku sadar aku ini siapa? Tetapi aku sekarang paham, tak banyak yang
mungkin dibenak serta dipikiranku dipengaruhi dengan hal demikian.
Mungkin diluar sana tidak semuanya demikian itu tergantung kembali kepada diri kita
sendiri bagaimana menykapinya.
Cover
Menjalani hidup terkadang tak sesuai keinginan, setiap usaha yang dijalani dan doa yang ikhlas hanya meminta ridho serta berkah -Mu sang pemilik jagat raya ini.
Aku paham
setiap langkah serta niat tak pernahkan sempurna tanpa lindungan -Mu, melihat
dicermin aku lah bukan siapa-siapa aku hanya hamba yang setiap detik waktu hari
serta masa melakukan dosa yang tak aku inginkan.
Bisikan
iblis serta sahabatnya setan yang menghantui ditelinga setiap hamba. Iblis
pernah sombong kepada-Mu yang diperintahkan kepada-Mu untuk sujud ke pada Adam,
tapi keangkuhan serta kesombongan iblis mendapatkan murka-Mu yang ditempatkan
ke dalam jahanam.
Ada satu
permintaan iblis kepada-Mu, aku kata iblis " Akan menggoda Dan
menggoyahkan nafsu serta iman seorang hamba sampai akhir masa dunia ini
"kemudian sang pemilik dunia mengabulkan dengan memfirmankan didalam
Al-Quran.
Setiap
karakter individu mempunyai kepribadian yang berbeda itulah keunikan serta
keadilan ciptaan-Mu.
Terkadang
seseorang melihat dari Kepintaran serta kebodohan yang dimiliki, bukan niat
usaha yang tulus. Keegoisan itu timbul sebenarnya bukan dari hati kita tapi
dari otak kita, setiap segumpal darah yang dipengaruhi oleh setan.
Lurus Membelok
Keluhan syukur tanda penompang kejujuran.
Uban menggersangkan rasa ketakutan,
keistimewaan melantunkan sayap-sayap kedamaian.
Rasionalitas gila akan kesibukan dunia.
Mewah diperbudak nafsu kemunafikan hasyrat,
kelopak mata pedas akan tetesan butiran saraf.
Kepameran memulihkan bisikan arus darah kotor.
Pemahaman karakter metabolisme tubuh.
Pertanyaan dibenak sang kalbu?
Kebahagiaan akan kedewasaan perlu dalam melontarkan Ilmu berupa lisan, verbal, serta sleptik.
Pertanyaan dibenak sang kalbu?
Menerjang
jalan saat ombak lautan kian pasang bermuara dalam mimpi hanya dipikran se
nominal uang rece mengagumi kaum hawa nan cantik berlabu di setiap jejak yang
tertetes keringat sedikit terkuras dengan kian optimis. Berlaju semangat dengan
teman menarungi jalan terjal aspal panas, goresan tinta hitam menjadi saksi
dengan niat satu dalam mencari kunci kebahagiaan.
Dengan penuh
suka cita dan gembira menerobos gersangnya hutan di perbatasan desa menjadikan
nilai pengalaman berharga dengan mengendari roda dua bersama kerabat seirama
musik dan nada sahdu.
Dengan iritnya
nominal menjadi pembelajaran untuk menaklukan kerasnya kehidupan diluar sana,
yah inilah pengalaman guru terbesar tak pernah dilewati dan kapanpun menjadi
momok menakutkan ketika predator kantong pun tak bersahabat.
Disaat
itulah ketika kritis mulai menerkam kreatif saat memilah milih nominal yang
dikeluarkan sama dengan yang dibelanjakan, saat itulah sebuah kertas yang
sangat bernilai berharga saat ini.
Ditengah
sahutan badai perjalanan mengalami bocornya angin roda dua di sebuah gersangnya
sawah di pertengahan desa melihat-lihat disekitar mencari-cari tempat berniam
memperbaiki kerusakan yang dialami bocornya roda kehidupan hingga sampai
ditujuan dengan damai dan aman.
Disekitaran
jalan terlintas rel-rel yang sangat panjang meneropong gerbong setiap besi
jalur menjadikan tontonan seru dan pengalaman sangat indah serta di awan-awan
terlintas angin nan biru dengan hembusan samar-samar dari kejauhan gunung
semuanya itu adalah sang pencipta menjadi merinding dibuatnya dengan begitu indahnya
panorama di sekitar muara.
Awal yang
baru dan perdana yang cukup melelahkan menjadikan sendi-sendi terasi lelah
dengan terbalasnya istirahat di istanah yang cukup asri dan dingin dengan
sedikit relaksasi dengan pijatan cukup enteng membuat pergelangan sendi menjadi
netral kembali, dari cuaca yang cukup ekstrim membuat lengketnya keringat di
dahi serta kerah baju cukup kusam terbalaskan serta disajikan buah segar yang
kucicipi sedikit dari luar yang berduri.
Menjadikan
suatu Pengalaman serta guru yang berharga, belajar dari kerasnya terjal dan
kerikil diluar sana memelihara diri agar lebih baik lagi dari sebelumnya tanpa
patah arah.”
Bermuara Enimasi Jagat Raya
Gejolak seluruh mimik tampang melontarkan sejenak hiasan pesan yang tak
tesirat bahkan tak tergores sebutirpun. Setiap kaum adam dan hawa pasti tak pernah sedikitpun menghargai sebutir keringat yang hangat menetes ke dahi.
Gambar dan noda yang tergores dimukanya yang sedikit menghitam membekas kecewa
saat tak pernah ikhlas menoreh dan syukur dari-Nya.
Kubus terkukus kian tak lagi terlihat di mimiknya karena mereka diluar
sana menilai bukan karena isi kubusnya tetapi luar dan kemolekan kubus
tersebut. Kapan lagi kita untuk teriak bahwa Ia melihat setiap lidah yang
membasahi bibir dan meresap ke pikiran diterima oleh hati kecil, pernahkah kita
sedikit bertanya apakah yang kita lakukan ini akan mengecewakan yang punya
dunia ini? Sesekali aku tertegun sedikit pedas diseputaran kelopak mataku tak
sanggup menahannya, apakah aku mungkin bisa dan belajar untuk menggenggam
tangan hawa yang nanhalus bersih bak kapas bahkan sutra. Subahanallah!
Itu semua anugerah yang diberikan, aku hanya bisa mengangan-angankan
datangnya doa yang dari tulang rusuk yang telah ada rute dan jalur-Nya. Kita
hanya bisa tersenyum, bersyukur, ikhlas dari pahitnya obat yang sangat
mempahitkan bukan hanya lidah bahkan jarum sekecil pasir dihati.
Pernah aku bertanya dimemori otakku, apakah perekam suara hati yang dapan
didengarkan kepada-Nya itu bertanda kemuliaan? Tak usa lagi meneropong sejauh
patahmorgana, sejauh lembah kebencian, bahkan ternodakan karna kata dari lidah
yang tak berdosa. Kini kian dewasa jamur yang dulu layu kian mengharum sesegar
bunga kasturi, yang selalu semangat menatap terjangan ombak dan mengikuti
arusnya air didepan sana. Mungkinkah aku bisa berlari dan menggapainya? ....
Kubus terkukus
Kata
serapah atau kata syair bahkan puisi sekali pun belajar untuk mengetik setiap
kata demi kata hingga terlihat sedikit hitam di jemariku. Aku tak tau ingin
menjadi seekor semut atau seekor lebah yang sangat bijaksana dalam setiap
kehidupan yang ia tanam setiap sapa senyum semua objek yang ada dan manfaat
yang besar. Tak nyambung memang tak nyambung, untuk ku semua hasil kesetiaan
itu sedikit bahkan sangat sulit untuk dijalankan dalam fenomena alam kehidupan.
Ya inilah
panggung canda, panggung hiburan dan panggung kegembiraan yang saya istilahkan.
Teori Darwin sangat popular manusia diciptakan seperti menyerupai monyet, tapi
dipikir-pikir benar dalam setiap kepribadian seseorang melintas dan terkadang
tingkah bahkan omong chat-chit menyerupai. Tapi jangan berpikir bodoh dalam
setiap saat aku melintasi lorong yang gelap aku suka pisang dan makanan ku
buah-buahan tapi aku selalu bisa menghargai setiap garuk-garukan setiap kutu
bertebar di dahiku. Setiap ujung dan setiap
jalan terik hingga aspal menyembur pantulan hawa panas aku selalu bersama
sesosok kumuh bahkan orang menyebutnya objek sampah. Yang selalu aku gunakan
ketika aku menuntut ilmu dan menyongsong jalan setapa. Aku bahkan pernah
bersahabat dengan Busi dan Oli ia pernah curhat pada ku sabar ya aku selalu
kotor disetiap lobang kecil didalam sebuah mesin dan aku selalu hitam legam
dalam menyemburkan disetiap mesin ini. Tapi aku tak pernah mengeluh jika aku
sakit dan aku selalu belajar setia denganmu walau setiap menjalani himpunan
ilmu yang kau kejar selalu disetiap jalan mogok hingga kau dorong aku sampai
kau elus-elus aku seperti hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW yaitu kucing yang
lucu. Setiap orang tua member jajan ke saku kantong yang sedikit kusam, pernah
untuk menabung memanjakanmu dengan cat yang lucu agar lebih menarik dan
semangat dalam setiap aku mendudukimu. Kekangenanku timbul saat mendengar suara
cempreng yang ada dikamu aku menjadi mati gaya dan menjadi percaya diri bahkan
disetiap jalan melintas mewah-mewah aku sebenarnya ingin mempunyainya, tapi aku
lebih memilihmu disetiap Busi dan Oli yang kau buat yang special asal Negeri Italy.
Kekonyolan dan menjadi butir bahan tertawa aku sudah biasa tapi aku selalu
senang dan bahagia setiap bersama teman dan sahabat bahkan mengajakmu keliling
dikota-kota.
Kata-kata
aneh dan kata-kata menyentil emang gue suka”
Busi dan Oli
Menengok Kerak baju sedikit kusam merajalela
Mengais bangku untuk songsong masa depan
Goresan tangan dari musim ke musim
Menjalin kasih lirih dan duka terbungkus rapih
Tonggak optimis mencangkul hati dari insthink
Kewajiban dan tanggung jawab menggali hingga fajar
Pernah terlintas tembaga fisik ini akan keistimewaan
Terbungkam kata dalam hati untuk maju
Perhatianku kearah
saku yang sedikit menipis
mengisi kekosongan usus untuk menerima ilmu
di benakku tak apa ku cicipi sakit terpeleset dulu
tapi hanya massa yang bisa menjawab untuk usahaku
memanjakan curhatanku kepada-Nya di sajadah kusamku
tak sedikit kegalauan hati yang ku berikan
kepada-Nya
sesekali kelopak mataku lebab hingga tertetes jatuh
Hanya kepada Rab aku meminta dan berusaha menjaga
lisanku ini
lidah ini mungkin sering menyayat sakit hati jamur
diluar sana
hingga aku meminta ampun kepada-Nya, ku hanya umat
Adam yang lemah.
Belajar untuk menjalin lebih baik untuk masa depanku
Yakin dan insyaallah akan memanen hasil ladangku
selama ini.
Sebutir Keringat
curhatan hati :
time : 6 februari 2012 / 11.30 PM
Fajar menyongsong
symbol kunci tergenggam.
Menggulung sutra yang
kusut dilengan;
Tak mengeluh dimimik
wajah terkena wudhu itu..
Menyiapkan Sesuap nasi
untuk aku, yang pulas dengan selimutku.
Ucap aku
terbatah-batah bertanya oleh pemilik
nuansa.
Kapan aku membalas
semua keikhlasan umi.
Pernah aku tetesakan
air dikelopakku di sajadah kusamku ini.
Segar, bugar hingga rambut kian memutih ,
tak tersirat kesah
sulit diwajahnya yang semakin teguh,
“tanyaku dengan malu
dimimikku.
Omelannya menjadi motivasi menerpa jaringan zaman
Doa yang terhembus di
rahang yang gemetar untukku
“Jawabku dengan malu
dimimik.
Hay Allah SWT andai
sosok ku ini bisa ku balas untuk kokohnya
tiang di Umi ku,
hembusan napasku pun
tak apa, ku korban membalas kokohnya
tiang di Umi ku..
Walau tak cukup sepatah
omong kosong di mulut yang basah kokohnya
tiang di Umiku,
cita Rasa cinta
semangat tembaga hanya pulihkan kokohnya
tiang di Umiku..












